lebaran pertama tanpa ayahku..
ayah maaf lahir batin ya,, maafin kesalahanku selama ini,, sampai sekarang aku belum bisa membahagiakan bapak..
walaupun bapak tidak ad disini aku yakin bapak tersenyum melihat kita bahagia...
aq kangen lebaran seperti tahun kmrn...
pengen kumpul seperti dulu2...
Minggu, 27 Juli 2014
Jumat, 11 Juli 2014
curhatku
ramadhan pertama tanpa ayah...
sedih rasanya jika mengingat tahun kemarin, kangen canda tawanya, perhatiannya..
pokoknya kangen sosok ayahku...
ayah minggu depan insya allah anakmu ujian, doain ya semoga diberi kelancaran,, aq mau menunjukkan kepada orang2 kalau aq bisa bangkit...
ayah sedang apa kau disana???
walaupun ayah tidak melihat secara langsung tapi aq yakin ayah selalu mendoaakan anak2nya..
pengen peluk kamu ayah,, aq kangen sekali 5 bln lebih ayah meninggalkan kami..
setiap aku kangen ayah hati dan pikiranku selalu kemana-mana,, bahkan sampai sekarang aq selalu bengong sendiri dan bertanya kepada diriku sendiri "ternyata ayahku sudah meninggalkan aq untuk selama-lamanya, dan tidak akan kembali lagi"
inilah kehidupanku yang sebenarnya....
salam kangen dari anakmu...
Roosha Septiana
sedih rasanya jika mengingat tahun kemarin, kangen canda tawanya, perhatiannya..
pokoknya kangen sosok ayahku...
ayah minggu depan insya allah anakmu ujian, doain ya semoga diberi kelancaran,, aq mau menunjukkan kepada orang2 kalau aq bisa bangkit...
ayah sedang apa kau disana???
walaupun ayah tidak melihat secara langsung tapi aq yakin ayah selalu mendoaakan anak2nya..
pengen peluk kamu ayah,, aq kangen sekali 5 bln lebih ayah meninggalkan kami..
setiap aku kangen ayah hati dan pikiranku selalu kemana-mana,, bahkan sampai sekarang aq selalu bengong sendiri dan bertanya kepada diriku sendiri "ternyata ayahku sudah meninggalkan aq untuk selama-lamanya, dan tidak akan kembali lagi"
inilah kehidupanku yang sebenarnya....
salam kangen dari anakmu...
Roosha Septiana
Jumat, 09 Mei 2014
kini dan sekarang
inilah hari-hariku tanpa ayahku, dua bulan lebih beliau meninggalkan kami. sedih rasanya kalau keingit tanggal 25 februari 2014. pengen nangis dan teriak sepuas-puasnya. beliau adalah sosok ayah yang luar biasa untuk anak-anaknya tidak pernah mengeluh tentang penyakitnya, selalu mengajarkan sabar tiap haripun slalu mengingatkan sholat. sebentar lagi aku wisuda yang ke 2 sayangnya beliau tidak bisa mendampingi. kini hanya sebuah kenangan yang ada dipikiran kami..
dula dan sekarang kini telah beda. sudah tidak ada candatawanya, marahnya, tertawanya, lucunya. belum tentu orang-orang sekelilingku bisa menerima keadaan yang seperti ini, g gampang harus bisa melupakannya. mungkin ini jalan yang terbaik buat ayahku, tenanglah disana pak... kami semua slalu mendoakanmu...
salam kangen dari anakmu Roosa Septiana.....
selagi orang tuamu masih ada jangan pernah membuat mereka menangis,, sayangilah mereka dan buatlah mereka tertawa...
Love you Bapak....
salam kangen dari anakmu Roosa Septiana.....
selagi orang tuamu masih ada jangan pernah membuat mereka menangis,, sayangilah mereka dan buatlah mereka tertawa...
Love you Bapak....
Minggu, 04 Mei 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
artikel 5
PERUBAHAN PAYUDARA IBU
HAMIL
Payudara mengalami
pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat
laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat
kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.
A. Anatomi payudara
Payudara adalah kelenjar yang terletak di
bawah kulit, diatas otot dada, terdiri dari :
1. Korpus (badan), yaitu bagian yang
membesar
2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman
di tengah
3. Papilla (puting), yaitu bagian yang
menonjol di puncak payudara
4. Alveolus, yaitu unit terkecil yang
memproduksi susu
5. Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus
6. Lobus, yaitu kumpulan dari lobulus
7. Duktus laktiferus
8. Sinus laktiferus
B. Perubahan-perubahan pada payudara
dalam kehamilan meliputi :
1. Pembesaran
Payudara
Payudara mengalami pembesaran karena
peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah. Selama kehamilan
pembesaran payudara mencapai 600 gram. Selain membesar, payudara juga menjadi
tegang akan tetapi belum mengeluarkan susu.
2. Penggelapan Warna Kulit
Glandulla Montgomery tampak lebih jelas menonjol
di permukaan areola payudara. Sekitar minggu keduabelas kehamilan, wanita hamil
akan melihat menggelapnya warna kulit di sekitar putting dan areola.
1. Perubahan
Putting Susu
Papilla/putting payudara
akan membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam, seperti seluruh areola
payudara karena hiperpigmentasi.
2. Tanda
Goresan
Kadang tanda
goresan-goresan kecil serupa bening berwarna merah di seluruh permukaan
payudara bisa muncul secara dini pada kehamilan, terutama bila bobot tubuh
bertanbah dengan cepat, gejala ini disebabkan oleh pecahnya jaringan elastis
yang ada langsung di bawah permukaan kulit.
3. Sekresi
Kolostrum
Pada kehamilan 12 minggu ke
atas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih, disebut
susu jolong (kolostrum). Cairan ini berasal dari kelenjar-kelenjar acinus yang
mulai bersekresi
C. Hormon-hormon yang mempengaruhi
payudara pada ibu hamil
Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan
dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan
somatomammotropin.
a. Estrogen,
berfungsi
b. Menimbulkan
hipertrofi sistem saluran payudara
c. Menimbulkan
penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar
d. Tekanan
serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada
payudara
e. Progesteron,
berfungsi:
· Mempersiapkan asinus sehingga dapat
berfungsi
· Menambah jumlah sel asinus
c. Somatomammotropin,
berfungsi:
· Mempengaruhi sel asinus untuk membuat
kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin
· Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
· Merangsang pengeluaran kolostrum pada
kehamilan
Varney,
Helen dkk.2003.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed.4 Vol.1:Jakarta.Penerbit buku kedokteran
EGC
Mochtar,
R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2.
Jakarta: EGC
Manuaba, Ida Bagus Gde,
1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
artikel 4
URAIAN MATERI
Menentukan Usia Kehamilan
1.
Berdasarkan
Siklus haid.
Sebagian besar, Menstruasi antara 21-35 hari, dan teratur tiap bulan,
hari pertama siklus haid terakhir dapat dijadikan dasar untuk menentukan
taksiran persalinan.
Perkiraan Persalinan bisa dihitung dengan Rumus Naegle --> yaitu
dengan menambah tanggal Mens terakhir
dengan 7, dan mengurangi Bulan dengan
3. (tanggal perkiraan lahir=hari +7, Bulan -3 dari mens terakhir) misalnya,
hari pertama siklus terakhir haid 1 Juni 2012 dan siklus Anda 28 hari sekali
teratur tiap bulan, maka taksiran persalinan adalah 8 Maret 2013,(tanggal 8
didapat dari tanggal 1+7, bulan Maret didapat dari Juni-3bulan). Bila siklus
Anda teratur dan bukan 28 hari tetapi termasuk normal, tinggal ditambah atau
dikurangi saja menyesuaikan dengan siklus.
2.
Didapat dari Hasil pemeriksaan USG
Pada kasus siklus menstruasi tidak teratur, hasil USG pada trimester
pertama dapat dijadikan taksiran dengan angka kesalahan kurang lebih 2 hari.
lebih baik lagi bila dikombinasikan dengan hasil USG tiap trimester berikutnya
akan lebih menambah keakuratan usia kehamilan
3.
Gerakan Bayi
Walaupun bayi sudah bergerak dalam kandungan ibu hamil lebih dini, Secara
umum Gerakan bayi bisa dirasakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan sekitar 20
minggu. jadi kapan pertama kali seorang ibu hamil merasakan gerakan bayi pada
kandungannya, maka saat itulah usia kehamilan ibu hamil tersebut sekitar 20
minggu
4.
Palpasi
Abdomen
|
USIA KEHAMILAN
|
BESARNYA
UTERUS
|
TINGGI FUNDUS
UTERI
|
|
Akhir Bulan 1
Akhir
Bulan 2
Akhir Bulan 3
Akhir Bulan 4
Akhir Bulan 5
Akhir Bulan 6
Akhir Bulan 7
Akhir Bulan 8
Akhir Bulan 9
Akhir Bulan 10
|
Lebih besar
dari biasanya
Sebesar telur
bebek
Sebesar telur
anggsa
Sebesar kepala
bayi
Sebesar kepala
dewasa
Sebesar kepala
dewasa / >
Sebesar kepala
dewasa / >
Sebesar kepala
dewasa / >
Sebesar kepala
dewasa / >
Sebesar kepala
dewasa / >
|
Belum teraba
Dibelakang
simphisis
1- 2 jari
diatas simphisis
Pertengahan simp- pusat
2- 3 jari dibawah pusat
Setinggi pusat
2-3 jari di atas pusat
Pertengahan pusat Px
3 jari dibawah Px / Setinggi Px
Sama dengan 8
bulan tetapi lebih lebar..
|
TUA
KEHAMILAN TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI MENURUT SPIEGELBERG
22 – 28 Mgg
= 24 – 25 cm di atas simphisis
28
Mgg =
26,5 cm di atas simphisis
30
Mgg = 29,5 -
30 cm di atas simphisis
32
Mgg = 29,5 -
30 cm di atas simphisis
34
Mgg = 31
cm di atas simphisis
36
Mgg = 32 cm di
atas simphisis
38
Mgg = 33 cm
di atas simphisis
40
Mgg = 37,7 cm
di atas simphisis
TUA
KEHAMILAN TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI MENURUT Mc. DONAL
Kombinasi rumus Spiegelberg kemudian hasil dalam cm
dibagi 3,5 hasilnya akan di dapat usia kehamilan dalan bulan.
Fundus
uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan
umur kehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7
memberikan umur kehamilan dalam minggu.
A.
BUKU SUMBER
Varney,
Helen dkk.2003.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed.4 Vol.1:Jakarta.Penerbit buku
kedokteran EGC
Mochtar,
R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2.
Jakarta: EGC
http://kuliahiskandar.blogspot.com/2012/05/pemeriksaan-panggul-luar.html,
Minggu, 27 Mei 2012 Diposkan oleh Iskandar Zulkarnaen di 05.56 Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YB-SP
artikel 3
IMUNISASI
A. PENGERTIAN
Imunisasi
adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan
cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan
kedalam tubuh.
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN IMUNISASI
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN IMUNISASI
Untuk
melindungi dan mencegah terhadap penyakit-penyakit menular yang sangat
berbahaya bagi bayi dan anak dan apabila sudah terjadi penyakit, maka
penyakitnya itu tidak menjadi tambah parah. Untuk menimbulkan kekebalan aktif
dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit.
C. SASARAN IMUNISASI
Semua
orang, terutama bayi dan anak sejak lahir memerlukan Imunisasi untuk melindungi
tubuhnya dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Semua orang yang kontak
(berhubungan) dengan penderita penyakit menular .
D. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI /
VAKSINASI
Memberikan
suntikan imunisasi pada bayi anda tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat
penting untuk kesehatan bayi anda. Yakinlah bahwa dengan membawa bayi anda
untuk melakukan imunisasi adalah salah satu yang terpenting dari bagian
tanggung jawab anda sebagai orang tua. Imunisasi (atau “vaksinasi”)
diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak dan Semua anak yang
berumur 0 – 12 bulan harus mendapat imunisasi.
1. Umur 0 – 1 Bln : BCG, Polio,
Hepatitis B1
2. Umur 2 Bln : DPT 1, Polio 2, Hepatitis
B2
3. Umur 3 Bln : DPT 2, dan Polio 3
4. Umur 4 Bln : DPT3 dan Polio 4
5. Umur 9 Bln : Campak, Hepatitis
B3.
E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
DALAM PEMBERIAN IMUNISASI:
ng
harus diperhatikan dalam pemberian Imunisasi pada bayi/balita:
1. Imunisasi diberikan pada
bayi/balita yang sehat.
2. Pada bayi/balita yang sakit
tidak boleh diberikan seperti :
A. Sakit keras
B. Dalam masa tunas/ perkembangansuatu
penyakit.
C. Kekurangan/penurunan daya tahan
tubuh.
F. IMUNISASI YANG
DIWAJIBKAN/DIANJURKAN
1. Imunisasi BCG
Pemberian vaksin ini
memimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakait tuberkulosis (TBC).BCG diberikan
1 kali sebelum umur 2 bulan.BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya
diragukan.
Vaksin disuntikkan didaerah
insersio muskulus deltoideus dengan dosis untuk bayi < 1 tahun sebanyak 0,05
ml dan untuk anak 0,10 ml.pada bayi perempuan dapat diderikan suntikan di paha
kanan atas.
Kontraindikasinya :
pasien dengan :Immunokompromis (leukemia,pengobatan steroid jangka panjang,dan infeksi HIV).
pasien dengan :Immunokompromis (leukemia,pengobatan steroid jangka panjang,dan infeksi HIV).
Reaksi yang mungkin terjadi:
Reaksi lokal yang terjadi 1-2 Minggu setelah penyuntikan berupa indurasi dan
eritema di tempat suntikan yang beru bah menjadi pustula kemudian pecah menjadi
ulkus,dan akhirnya menyembuh spontan dalam waktu 8-12 Minggu dengan meninggalkan
jaringan parut. Reaksi regional berupa pembesaran kelenjar aksila atau
servikal,konsistensi padat,tidak nyeri tekan,tidak disertai demam yang akan
menghilang dalam waktu 3-6 Bulan.
2. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah upaya
untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit Diferi, Pertusis, Tetanus dengan
cara memasukkan kuman difteri, pertusis, tetanus yang telah dilemahkan dan
dimatikan kedalam tubuh sehingga tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada
saatnya nanti digunakan tubuh untuk melawan kuman atau bibit ketiga penyakit
tersebut.
Manfaat
Imunisasi DPT Dasar:
Untuk menimbulkan kekebalan
aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis (batuk
rejan), tetanus. Apabila terjadi penyakit tersebut, akan jauh lebih ringan
dibanding terkena penyakit secara alami.
1. Difteri
disebabkan oleh sejenis bacteria yang disebut
Corynebacterium diphtheriae. Sifatnya sangat ganas dan mudah menular. Seorang
anak akan terjangkit difteria bila ia berhubungan langsung dengan anak lain
sebagai penderita difteri atau sebagai pembawa kuman (karier) : yaitu dengan
terhisapnya percikan udara yang mengandung kuman. Bila anak nyata menderita
difteri dapat dengan mudah dipisahkan. Tetapi seorang karier akan tetap
berkeliaran dan bermain dengan temannya karena memang ia sendiri tidak sakit.
Jadi, ditinjau dari segi penularannya, anak karier ini merupakan sumber
penularan penyakit yang sulit diberantas
1. Pertusis
Pertusis atau batuk rejan, atau
yang lebih dikenal dengan batuk seratus hari, disebabkan oleh kuman Bordetella
Pertusis. Penyakit ini cukup parah bila diderita anak balita, bahkan dapat
berakibat kematian pada anak usia kurang dari 1 tahun. Gejalanya sangat khas,
yaitu anak tiba-tiba batuk keras secara terus menerus, sukar berhenti, muka
menjadi merah atau kebiruan, keluar air mata dan kadang-kadang sampai muntah.
Karena batuk yang sangat keras, mungkin akan disertai dengan keluarnya sedikit
darah. Batuk akan berhenti setelah ada suara melengking pada waktu menarik
nafas, kemudian akan tampak letih dengan wajah yang lesu. Batuk semacam ini
terutama terjadi pada malam hari. Bila penyakit ini diderita oleh seorang bayi,
terutama yang baru berumur beberapa bulan, akan merupakan keadaan yang
sangat berat dan dapat berakhir dengan kematian akibat suatu komplikasi.
1. Tetanus
Penyakit Tetanus masih terdapat
diseluruh dunia, karena kemungkinan anak untuk mendapat luka tetap ada.
Misalnya terjatuh, luka tusuk, luka bakar, koreng, gigitan binatang, gigi
bolong, radang telinga. Luka tersebut merupakan pintu masuk kuman tetanus yang
dikenal sebagai Clostridium tetani. Kuman ini akan berkembang biak dan
membentuk racun yang berbahaya. Racun inilah yang merusak sel susunan saraf
pusat tulang belakang yang menjadi dasar timbulnya gejala penyakit. Gejala
tetanus yang khas adalah kejang, dan kaku secara menyeluruh, otot dinding perut
yang teraba keras dan tegang seperti papan, mulut kaku dan sukar dibuka.
3. Imunisasi HEPATITIS B
ini meninbulkan kekebalan aktif trhadap
penyakit hepatitis B.Imunisasi ini diberikan sendiri mungkin segera setelah
bayi lahir.Imunisasi dasar diberikan 3 kali dengan jarak waktu satu bulan
antara suntiikan 1 dan 2,dan lima bulan antara suntikan 2 dan 3.Imunisasi
ulangan diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar
Pada bayi lahir dari ibu dengan
HbsAg negatif diberikan 5 mcg vaksin rekombinan atau 10 mcg vaksin plasma
derived.Dosis kedua diberikan saat berumur1-2 bulan dan ketiga umur 6 bulan.
Pada bayi lahir dari ibu dengan
HbsAg positif diberikan 0,5ml Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) dalam waktu 12
jam setelah lahir dan 5 mcg vaksin rekombinan atau 10mcg vaksin plasma derived
yang disuntikkan pada sisi yang berlainan.
Pada bayi lahir dari ibu dengan
HbsAg yang tidak diketahui diberikan 0,5 ml mcg vaksin rekombinan atau 10 mcg
vaksin plasma derived.
Imunisasi ulangan diberikan 5
tahun kemudian.Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa
kadar HbsAg.
4. Imunisasi POLIO
Polio atau lengkapnya
poliomielitis ialah penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan
lumpuh kedua kaki. Walaupun dapat sembuh tetapi akan pincang seumur
hidup.Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit
poliomielitis.
Ada 2 jenis vaksin polio yaitu: Vaksin salk (berisi virus polio
yang telah dimatikan dan diberikan secara suntik. Vaksin sabin (berisi vaksin
hidup yang telah dilemahkandan diberikan dalam bentuk pil atau cairan).
5. Imunisasi CAMPAK
Pemberian vaksin ini menimbulkan
kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Imunisasi campak dianjurkan diberikan
satu dosis pada umur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat
diberikan pada umur 6 bulan dan diulang 6 bulan kemudian
Kontraindikasinya:
infeksi akut disertai demam lebih dari 38°C, defesiensi imunologis, pengobatan dengan imunosupresif,alergi protein telur,hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin.Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam,ruam kulit,diare,konjungtivitis,dan gejala katarak serta ensefalitis (jarang).
infeksi akut disertai demam lebih dari 38°C, defesiensi imunologis, pengobatan dengan imunosupresif,alergi protein telur,hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin.Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam,ruam kulit,diare,konjungtivitis,dan gejala katarak serta ensefalitis (jarang).
Daftar Pustaka
2.http://eprints.ums.ac.id/888/1/2008v1n102.pdf 3.http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=15&id=44.http://syehaceh.wordpress.com/2008/05/12/imunisasi-dan-faktor-yang-mempengaruhinya/ 5.http://www.ictjogja.net/kesehatan/C5_1.htm6.http://vinadanvani.wordpress.com/2008/02/20/jenis-imunisasi-yang-diawajibkan-dan-dianjurkan/ 7.http://m.infeksi.com/articles.php?lng=en&pg=15&id=138.http://www.litbang.depkes.go.id/~djunaedi/documentation/vol.32_No.2/imunisasi.pdf 9.www.google.com
Langganan:
Postingan (Atom)