Jumat, 09 Mei 2014

kini dan sekarang

inilah hari-hariku tanpa ayahku, dua bulan lebih beliau meninggalkan kami. sedih rasanya kalau keingit tanggal 25 februari 2014. pengen nangis dan teriak sepuas-puasnya. beliau adalah sosok ayah yang luar biasa untuk anak-anaknya tidak pernah mengeluh tentang penyakitnya, selalu mengajarkan sabar tiap haripun slalu mengingatkan sholat. sebentar lagi aku wisuda yang ke 2 sayangnya beliau tidak bisa mendampingi. kini hanya sebuah kenangan yang ada dipikiran kami.. dula dan sekarang kini telah beda. sudah tidak ada candatawanya, marahnya, tertawanya, lucunya. belum tentu orang-orang sekelilingku bisa menerima keadaan yang seperti ini, g gampang harus bisa melupakannya. mungkin ini jalan yang terbaik buat ayahku, tenanglah disana pak... kami semua slalu mendoakanmu...
salam kangen dari anakmu Roosa Septiana.....

selagi orang tuamu masih ada jangan pernah membuat mereka menangis,, sayangilah mereka dan buatlah mereka tertawa...

Love you Bapak....

Sabtu, 03 Mei 2014

artikel 5


PERUBAHAN PAYUDARA IBU HAMIL

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.
A.    Anatomi payudara
Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, diatas otot dada, terdiri dari :
1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar
2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah
3. Papilla (puting), yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara
4. Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu
5. Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus
6. Lobus, yaitu kumpulan dari lobulus
7. Duktus laktiferus
8. Sinus laktiferus

B.  Perubahan-perubahan pada payudara dalam kehamilan meliputi :
1.  Pembesaran Payudara
Payudara mengalami pembesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah. Selama kehamilan pembesaran payudara mencapai 600 gram. Selain membesar, payudara juga menjadi tegang akan tetapi belum mengeluarkan susu.
2. Penggelapan Warna Kulit
Glandulla Montgomery tampak lebih jelas menonjol di permukaan areola payudara. Sekitar minggu keduabelas kehamilan, wanita hamil akan melihat menggelapnya warna kulit di sekitar putting dan areola.
1.     Perubahan Putting Susu
Papilla/putting payudara akan membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam, seperti seluruh areola payudara karena hiperpigmentasi.
2.     Tanda Goresan
Kadang tanda goresan-goresan kecil serupa bening berwarna merah di seluruh permukaan payudara bisa muncul secara dini pada kehamilan, terutama bila bobot tubuh bertanbah dengan cepat, gejala ini disebabkan oleh pecahnya jaringan elastis yang ada langsung di bawah permukaan kulit.
3.      Sekresi Kolostrum
Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih, disebut susu jolong (kolostrum). Cairan ini berasal dari kelenjar-kelenjar acinus yang mulai bersekresi
C.  Hormon-hormon yang mempengaruhi payudara pada ibu hamil
Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.
a.      Estrogen, berfungsi
b.     Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara
c.      Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar
d.     Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara
e.      Progesteron, berfungsi:
· Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi
· Menambah jumlah sel asinus
c.    Somatomammotropin, berfungsi:
· Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin
· Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
· Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan


Varney, Helen dkk.2003.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed.4 Vol.1:Jakarta.Penerbit buku kedokteran EGC
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

artikel 4


URAIAN MATERI
Menentukan Usia Kehamilan
1.     Berdasarkan Siklus haid.
Sebagian besar, Menstruasi antara 21-35 hari, dan teratur tiap bulan, hari pertama siklus haid terakhir dapat dijadikan dasar untuk menentukan taksiran persalinan.
Perkiraan Persalinan bisa dihitung dengan Rumus Naegle --> yaitu dengan  menambah tanggal Mens terakhir dengan 7, dan mengurangi Bulan dengan 3. (tanggal perkiraan lahir=hari +7, Bulan -3 dari mens terakhir) misalnya, hari pertama siklus terakhir haid 1 Juni 2012 dan siklus Anda 28 hari sekali teratur tiap bulan, maka taksiran persalinan adalah 8 Maret 2013,(tanggal 8 didapat dari tanggal 1+7, bulan Maret didapat dari Juni-3bulan). Bila siklus Anda teratur dan bukan 28 hari tetapi termasuk normal, tinggal ditambah atau dikurangi saja menyesuaikan dengan siklus.
2.     Didapat dari Hasil pemeriksaan USG
Pada kasus siklus menstruasi tidak teratur, hasil USG pada trimester pertama dapat dijadikan taksiran dengan angka kesalahan kurang lebih 2 hari. lebih baik lagi bila dikombinasikan dengan hasil USG tiap trimester berikutnya akan lebih menambah keakuratan usia kehamilan
3.     Gerakan Bayi
Walaupun bayi sudah bergerak dalam kandungan ibu hamil lebih dini, Secara umum Gerakan bayi bisa dirasakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. jadi kapan pertama kali seorang ibu hamil merasakan gerakan bayi pada kandungannya, maka saat itulah usia kehamilan ibu hamil tersebut sekitar 20 minggu
4.     Palpasi Abdomen
USIA KEHAMILAN
BESARNYA UTERUS
TINGGI FUNDUS UTERI
Akhir Bulan 1

Akhir Bulan  2

Akhir Bulan 3

Akhir Bulan 4

Akhir Bulan 5

Akhir Bulan 6

Akhir Bulan 7

Akhir Bulan 8

Akhir Bulan 9

Akhir Bulan 10
Lebih besar dari biasanya

Sebesar telur bebek

Sebesar telur anggsa

Sebesar kepala bayi

Sebesar kepala dewasa

Sebesar kepala dewasa / >

Sebesar kepala dewasa / >

Sebesar kepala dewasa / >

Sebesar kepala dewasa / >

Sebesar kepala dewasa / >
Belum teraba

Dibelakang simphisis

1- 2 jari diatas simphisis

Pertengahan simp- pusat

2- 3 jari dibawah pusat

Setinggi  pusat

2-3 jari di atas pusat

Pertengahan pusat Px

3 jari dibawah Px / Setinggi Px

Sama dengan 8 bulan tetapi lebih lebar..

TUA KEHAMILAN  TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI MENURUT SPIEGELBERG

22 – 28 Mgg  =  24 – 25 cm di atas simphisis
28 Mgg           =  26,5 cm di atas simphisis
30 Mgg           =  29,5 - 30 cm di atas simphisis
32 Mgg           =  29,5 - 30 cm di atas simphisis
34 Mgg           =  31  cm di atas simphisis
36 Mgg           =  32 cm di atas simphisis
38 Mgg           =  33 cm di atas simphisis
40 Mgg           =  37,7 cm di atas simphisis
TUA KEHAMILAN  TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI MENURUT Mc. DONAL
Kombinasi rumus Spiegelberg kemudian hasil dalam cm dibagi 3,5  hasilnya akan di dapat usia kehamilan dalan bulan.
Fundus uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam minggu.
A.    BUKU SUMBER
Varney, Helen dkk.2003.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed.4 Vol.1:Jakarta.Penerbit buku kedokteran EGC
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
http://kuliahiskandar.blogspot.com/2012/05/pemeriksaan-panggul-luar.html, Minggu, 27 Mei 2012 Diposkan oleh Iskandar Zulkarnaen di 05.56         Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YB-SP

artikel 3


IMUNISASI

A. PENGERTIAN
Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan kedalam tubuh.
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN IMUNISASI
Untuk melindungi dan mencegah terhadap penyakit-penyakit menular yang sangat berbahaya bagi bayi dan anak dan apabila sudah terjadi penyakit, maka penyakitnya itu tidak menjadi tambah parah. Untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit.

C. SASARAN IMUNISASI
Semua orang, terutama bayi dan anak sejak lahir memerlukan Imunisasi untuk melindungi tubuhnya dari penyakit-penyakit yang berbahaya.  Semua orang yang kontak (berhubungan) dengan penderita penyakit menular .

D. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI / VAKSINASI
Memberikan suntikan imunisasi pada bayi anda tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi anda. Yakinlah bahwa dengan membawa bayi anda untuk melakukan imunisasi adalah salah satu yang terpenting dari bagian tanggung jawab anda sebagai orang tua.  Imunisasi (atau “vaksinasi”) diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak dan Semua anak yang berumur 0 – 12 bulan harus mendapat imunisasi.
1.     Umur 0 – 1 Bln : BCG, Polio, Hepatitis B1
2.     Umur 2 Bln : DPT 1, Polio 2, Hepatitis B2
3.     Umur 3 Bln : DPT 2, dan Polio 3
4.     Umur 4 Bln : DPT3 dan Polio 4
5.     Umur 9 Bln : Campak, Hepatitis B3.

E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBERIAN   IMUNISASI:
ng harus diperhatikan dalam pemberian Imunisasi pada bayi/balita:
1.     Imunisasi diberikan pada bayi/balita yang sehat.
2.     Pada bayi/balita yang sakit tidak boleh diberikan seperti :
A.    Sakit keras
B.    Dalam masa tunas/ perkembangansuatu penyakit.
C.    Kekurangan/penurunan daya tahan tubuh.

F. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN/DIANJURKAN
1.     Imunisasi BCG
Pemberian vaksin ini memimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakait tuberkulosis (TBC).BCG diberikan 1 kali sebelum umur 2 bulan.BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan.
Vaksin disuntikkan didaerah insersio muskulus deltoideus dengan dosis untuk bayi < 1 tahun sebanyak 0,05 ml dan untuk anak 0,10 ml.pada bayi perempuan dapat diderikan suntikan di paha kanan atas.
Kontraindikasinya :
pasien dengan :Immunokompromis (leukemia,pengobatan steroid jangka panjang,dan infeksi HIV).
Reaksi yang mungkin terjadi: Reaksi lokal yang terjadi 1-2 Minggu setelah penyuntikan berupa indurasi dan eritema di tempat suntikan yang beru bah menjadi pustula kemudian pecah menjadi ulkus,dan akhirnya menyembuh spontan dalam waktu 8-12 Minggu dengan meninggalkan jaringan parut. Reaksi regional berupa pembesaran kelenjar aksila atau servikal,konsistensi padat,tidak nyeri tekan,tidak disertai demam yang akan menghilang dalam waktu 3-6 Bulan.

2.     Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit Diferi, Pertusis, Tetanus dengan cara memasukkan kuman difteri, pertusis, tetanus yang telah dilemahkan dan dimatikan kedalam tubuh sehingga tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya nanti digunakan tubuh untuk melawan kuman atau bibit ketiga penyakit tersebut.
Manfaat Imunisasi DPT Dasar:
Untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus. Apabila terjadi penyakit tersebut, akan jauh lebih ringan dibanding terkena penyakit secara alami.
1.     Difteri
 disebabkan oleh sejenis bacteria yang disebut Corynebacterium diphtheriae. Sifatnya sangat ganas dan mudah menular. Seorang anak akan terjangkit difteria bila ia berhubungan langsung dengan anak lain sebagai penderita difteri atau sebagai pembawa kuman (karier) : yaitu dengan terhisapnya percikan udara yang mengandung kuman. Bila anak nyata menderita difteri dapat dengan mudah dipisahkan. Tetapi seorang karier akan tetap berkeliaran dan bermain dengan temannya karena memang ia sendiri tidak sakit. Jadi, ditinjau dari segi penularannya, anak karier ini merupakan sumber penularan penyakit yang sulit diberantas
1.     Pertusis
Pertusis atau batuk rejan, atau yang lebih dikenal dengan batuk seratus hari, disebabkan oleh kuman Bordetella Pertusis. Penyakit ini cukup parah bila diderita anak balita, bahkan dapat berakibat kematian pada anak usia kurang dari 1 tahun. Gejalanya sangat khas, yaitu anak tiba-tiba batuk keras secara terus menerus, sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan, keluar air mata dan kadang-kadang sampai muntah. Karena batuk yang sangat keras, mungkin akan disertai dengan keluarnya sedikit darah. Batuk akan berhenti setelah ada suara melengking pada waktu menarik nafas, kemudian akan tampak letih dengan wajah yang lesu. Batuk semacam ini terutama terjadi pada malam hari. Bila penyakit ini diderita oleh seorang bayi, terutama yang  baru berumur beberapa bulan, akan merupakan keadaan yang sangat berat dan dapat berakhir dengan kematian akibat suatu komplikasi.
1.     Tetanus
Penyakit Tetanus masih terdapat diseluruh dunia, karena kemungkinan anak untuk mendapat luka tetap ada. Misalnya terjatuh, luka tusuk, luka bakar, koreng, gigitan binatang, gigi bolong, radang telinga. Luka tersebut merupakan pintu masuk kuman tetanus yang dikenal sebagai Clostridium tetani. Kuman ini akan berkembang biak dan membentuk racun yang berbahaya. Racun inilah yang merusak sel susunan saraf pusat tulang belakang yang menjadi dasar timbulnya gejala penyakit. Gejala tetanus yang khas adalah kejang, dan kaku secara menyeluruh, otot dinding perut yang teraba keras dan tegang seperti papan, mulut kaku dan sukar dibuka.

3.     Imunisasi HEPATITIS B
 ini meninbulkan kekebalan aktif trhadap penyakit hepatitis B.Imunisasi ini diberikan sendiri mungkin segera setelah bayi lahir.Imunisasi dasar diberikan 3 kali dengan jarak waktu satu bulan antara suntiikan 1 dan 2,dan lima bulan antara suntikan 2 dan 3.Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar
Pada bayi lahir dari ibu dengan HbsAg negatif diberikan 5 mcg vaksin rekombinan atau 10 mcg vaksin plasma derived.Dosis kedua diberikan saat berumur1-2 bulan dan ketiga umur 6 bulan.
Pada bayi lahir dari ibu dengan HbsAg positif diberikan 0,5ml Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) dalam waktu 12 jam setelah lahir dan 5 mcg vaksin rekombinan atau 10mcg vaksin plasma derived yang disuntikkan pada sisi yang berlainan.
Pada bayi lahir dari ibu dengan HbsAg yang tidak diketahui diberikan 0,5 ml mcg vaksin rekombinan atau 10 mcg vaksin plasma derived.
Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun kemudian.Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa kadar HbsAg.

4.      Imunisasi POLIO
Polio atau lengkapnya poliomielitis ialah penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan lumpuh kedua kaki. Walaupun dapat sembuh tetapi akan pincang seumur hidup.Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis.
Ada 2 jenis vaksin polio yaitu: Vaksin salk (berisi virus polio yang telah dimatikan dan diberikan secara suntik. Vaksin sabin (berisi vaksin hidup yang telah dilemahkandan diberikan dalam bentuk pil atau cairan).

5.     Imunisasi CAMPAK
Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Imunisasi campak dianjurkan diberikan satu dosis pada umur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulang 6 bulan kemudian
Kontraindikasinya:
infeksi akut disertai demam lebih dari 38°C, defesiensi imunologis, pengobatan dengan imunosupresif,alergi protein telur,hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin.Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam,ruam kulit,diare,konjungtivitis,dan gejala katarak serta ensefalitis (jarang).

Daftar Pustaka