Sabtu, 03 Mei 2014

artikel 5


PERUBAHAN PAYUDARA IBU HAMIL

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.
A.    Anatomi payudara
Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, diatas otot dada, terdiri dari :
1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar
2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah
3. Papilla (puting), yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara
4. Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu
5. Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus
6. Lobus, yaitu kumpulan dari lobulus
7. Duktus laktiferus
8. Sinus laktiferus

B.  Perubahan-perubahan pada payudara dalam kehamilan meliputi :
1.  Pembesaran Payudara
Payudara mengalami pembesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah. Selama kehamilan pembesaran payudara mencapai 600 gram. Selain membesar, payudara juga menjadi tegang akan tetapi belum mengeluarkan susu.
2. Penggelapan Warna Kulit
Glandulla Montgomery tampak lebih jelas menonjol di permukaan areola payudara. Sekitar minggu keduabelas kehamilan, wanita hamil akan melihat menggelapnya warna kulit di sekitar putting dan areola.
1.     Perubahan Putting Susu
Papilla/putting payudara akan membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam, seperti seluruh areola payudara karena hiperpigmentasi.
2.     Tanda Goresan
Kadang tanda goresan-goresan kecil serupa bening berwarna merah di seluruh permukaan payudara bisa muncul secara dini pada kehamilan, terutama bila bobot tubuh bertanbah dengan cepat, gejala ini disebabkan oleh pecahnya jaringan elastis yang ada langsung di bawah permukaan kulit.
3.      Sekresi Kolostrum
Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih, disebut susu jolong (kolostrum). Cairan ini berasal dari kelenjar-kelenjar acinus yang mulai bersekresi
C.  Hormon-hormon yang mempengaruhi payudara pada ibu hamil
Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.
a.      Estrogen, berfungsi
b.     Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara
c.      Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar
d.     Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara
e.      Progesteron, berfungsi:
· Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi
· Menambah jumlah sel asinus
c.    Somatomammotropin, berfungsi:
· Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin
· Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
· Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan


Varney, Helen dkk.2003.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed.4 Vol.1:Jakarta.Penerbit buku kedokteran EGC
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar