Sabtu, 03 Mei 2014

artikel 3


IMUNISASI

A. PENGERTIAN
Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan kedalam tubuh.
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN IMUNISASI
Untuk melindungi dan mencegah terhadap penyakit-penyakit menular yang sangat berbahaya bagi bayi dan anak dan apabila sudah terjadi penyakit, maka penyakitnya itu tidak menjadi tambah parah. Untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit.

C. SASARAN IMUNISASI
Semua orang, terutama bayi dan anak sejak lahir memerlukan Imunisasi untuk melindungi tubuhnya dari penyakit-penyakit yang berbahaya.  Semua orang yang kontak (berhubungan) dengan penderita penyakit menular .

D. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI / VAKSINASI
Memberikan suntikan imunisasi pada bayi anda tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi anda. Yakinlah bahwa dengan membawa bayi anda untuk melakukan imunisasi adalah salah satu yang terpenting dari bagian tanggung jawab anda sebagai orang tua.  Imunisasi (atau “vaksinasi”) diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak dan Semua anak yang berumur 0 – 12 bulan harus mendapat imunisasi.
1.     Umur 0 – 1 Bln : BCG, Polio, Hepatitis B1
2.     Umur 2 Bln : DPT 1, Polio 2, Hepatitis B2
3.     Umur 3 Bln : DPT 2, dan Polio 3
4.     Umur 4 Bln : DPT3 dan Polio 4
5.     Umur 9 Bln : Campak, Hepatitis B3.

E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBERIAN   IMUNISASI:
ng harus diperhatikan dalam pemberian Imunisasi pada bayi/balita:
1.     Imunisasi diberikan pada bayi/balita yang sehat.
2.     Pada bayi/balita yang sakit tidak boleh diberikan seperti :
A.    Sakit keras
B.    Dalam masa tunas/ perkembangansuatu penyakit.
C.    Kekurangan/penurunan daya tahan tubuh.

F. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN/DIANJURKAN
1.     Imunisasi BCG
Pemberian vaksin ini memimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakait tuberkulosis (TBC).BCG diberikan 1 kali sebelum umur 2 bulan.BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan.
Vaksin disuntikkan didaerah insersio muskulus deltoideus dengan dosis untuk bayi < 1 tahun sebanyak 0,05 ml dan untuk anak 0,10 ml.pada bayi perempuan dapat diderikan suntikan di paha kanan atas.
Kontraindikasinya :
pasien dengan :Immunokompromis (leukemia,pengobatan steroid jangka panjang,dan infeksi HIV).
Reaksi yang mungkin terjadi: Reaksi lokal yang terjadi 1-2 Minggu setelah penyuntikan berupa indurasi dan eritema di tempat suntikan yang beru bah menjadi pustula kemudian pecah menjadi ulkus,dan akhirnya menyembuh spontan dalam waktu 8-12 Minggu dengan meninggalkan jaringan parut. Reaksi regional berupa pembesaran kelenjar aksila atau servikal,konsistensi padat,tidak nyeri tekan,tidak disertai demam yang akan menghilang dalam waktu 3-6 Bulan.

2.     Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit Diferi, Pertusis, Tetanus dengan cara memasukkan kuman difteri, pertusis, tetanus yang telah dilemahkan dan dimatikan kedalam tubuh sehingga tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya nanti digunakan tubuh untuk melawan kuman atau bibit ketiga penyakit tersebut.
Manfaat Imunisasi DPT Dasar:
Untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus. Apabila terjadi penyakit tersebut, akan jauh lebih ringan dibanding terkena penyakit secara alami.
1.     Difteri
 disebabkan oleh sejenis bacteria yang disebut Corynebacterium diphtheriae. Sifatnya sangat ganas dan mudah menular. Seorang anak akan terjangkit difteria bila ia berhubungan langsung dengan anak lain sebagai penderita difteri atau sebagai pembawa kuman (karier) : yaitu dengan terhisapnya percikan udara yang mengandung kuman. Bila anak nyata menderita difteri dapat dengan mudah dipisahkan. Tetapi seorang karier akan tetap berkeliaran dan bermain dengan temannya karena memang ia sendiri tidak sakit. Jadi, ditinjau dari segi penularannya, anak karier ini merupakan sumber penularan penyakit yang sulit diberantas
1.     Pertusis
Pertusis atau batuk rejan, atau yang lebih dikenal dengan batuk seratus hari, disebabkan oleh kuman Bordetella Pertusis. Penyakit ini cukup parah bila diderita anak balita, bahkan dapat berakibat kematian pada anak usia kurang dari 1 tahun. Gejalanya sangat khas, yaitu anak tiba-tiba batuk keras secara terus menerus, sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan, keluar air mata dan kadang-kadang sampai muntah. Karena batuk yang sangat keras, mungkin akan disertai dengan keluarnya sedikit darah. Batuk akan berhenti setelah ada suara melengking pada waktu menarik nafas, kemudian akan tampak letih dengan wajah yang lesu. Batuk semacam ini terutama terjadi pada malam hari. Bila penyakit ini diderita oleh seorang bayi, terutama yang  baru berumur beberapa bulan, akan merupakan keadaan yang sangat berat dan dapat berakhir dengan kematian akibat suatu komplikasi.
1.     Tetanus
Penyakit Tetanus masih terdapat diseluruh dunia, karena kemungkinan anak untuk mendapat luka tetap ada. Misalnya terjatuh, luka tusuk, luka bakar, koreng, gigitan binatang, gigi bolong, radang telinga. Luka tersebut merupakan pintu masuk kuman tetanus yang dikenal sebagai Clostridium tetani. Kuman ini akan berkembang biak dan membentuk racun yang berbahaya. Racun inilah yang merusak sel susunan saraf pusat tulang belakang yang menjadi dasar timbulnya gejala penyakit. Gejala tetanus yang khas adalah kejang, dan kaku secara menyeluruh, otot dinding perut yang teraba keras dan tegang seperti papan, mulut kaku dan sukar dibuka.

3.     Imunisasi HEPATITIS B
 ini meninbulkan kekebalan aktif trhadap penyakit hepatitis B.Imunisasi ini diberikan sendiri mungkin segera setelah bayi lahir.Imunisasi dasar diberikan 3 kali dengan jarak waktu satu bulan antara suntiikan 1 dan 2,dan lima bulan antara suntikan 2 dan 3.Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar
Pada bayi lahir dari ibu dengan HbsAg negatif diberikan 5 mcg vaksin rekombinan atau 10 mcg vaksin plasma derived.Dosis kedua diberikan saat berumur1-2 bulan dan ketiga umur 6 bulan.
Pada bayi lahir dari ibu dengan HbsAg positif diberikan 0,5ml Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) dalam waktu 12 jam setelah lahir dan 5 mcg vaksin rekombinan atau 10mcg vaksin plasma derived yang disuntikkan pada sisi yang berlainan.
Pada bayi lahir dari ibu dengan HbsAg yang tidak diketahui diberikan 0,5 ml mcg vaksin rekombinan atau 10 mcg vaksin plasma derived.
Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun kemudian.Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa kadar HbsAg.

4.      Imunisasi POLIO
Polio atau lengkapnya poliomielitis ialah penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan lumpuh kedua kaki. Walaupun dapat sembuh tetapi akan pincang seumur hidup.Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis.
Ada 2 jenis vaksin polio yaitu: Vaksin salk (berisi virus polio yang telah dimatikan dan diberikan secara suntik. Vaksin sabin (berisi vaksin hidup yang telah dilemahkandan diberikan dalam bentuk pil atau cairan).

5.     Imunisasi CAMPAK
Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Imunisasi campak dianjurkan diberikan satu dosis pada umur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulang 6 bulan kemudian
Kontraindikasinya:
infeksi akut disertai demam lebih dari 38°C, defesiensi imunologis, pengobatan dengan imunosupresif,alergi protein telur,hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin.Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam,ruam kulit,diare,konjungtivitis,dan gejala katarak serta ensefalitis (jarang).

Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar